Senin, 23 Juni 2014

Jenis Makanan Burung



Makanan burung bisa merupakan makanan hewani dan nabati.
Hewani (yaitu kroto, serangga dan berbagai jenis ulat, cacing, ikan, daging, telur ayam/unggas lain, dan susu).
1. Kroto
Kroto adalah telur semut rangrang yang banyak disukai oleh burung pemakan serangga, seperti jalak, kutilang, beo, dan poksai. Menurut jenisnya, kroto dibedakan menjadi kroto basah, kroto halus, kroto kasar, dan kroto kacang.
2. Serangga dan ulat
Banyak burung berkicau merupakan pemakan serangga, selain buah-buahan sebagai pakan tambahannya. Serangga yang banyak dijual di pasaran adalah jangkerik (Gryllus mitratus), sedangkan ulatnya berupa ulat hongkong, ulat bambu dan ulat kandang.
Ulat hongkong (Tenebrio mollitor) termasuk salah satu jenis pakan yang digemari burung. Berbagai jenis burung sangat menggemarinya. Selain semua jenis burung pemakan serangga, ulat ini juga disukai oleh elang, kuntul, rajaudang, dan nuri. Berbeda dengan kroto, jenis pakan ini sudah dapat dibudidayakan sehingga setiap saat tersedia di pasaran.
Ulat bambu (Erionota thrax) biasanya dijual dalam kemasan bumbung bambu. Berbeda dengan ulat hongkong, ulat ini mempunyai kulit yang lebih tipis dan lunak sehingga kandungan kitin di dalamnya juga lebih sedikit. Dengan kondisi tubuhnya seperti ini maka ulat ini mempunyai nilai gizi yang lebih baik untuk burung, terutama untuk anak-anak burung, yang sistem pencernaannya tergolong masih peka.
Catatan: Sebelum diberikan kepada burung, ulat hongkong sebaiknya tidak diberi pakan seperti voer tetapi berilah pakan dengan wortel atau daun pepaya. Tujuannya adalah untuk mengurangi kandungan lemaknya. Jika diberi voer, ulat hongkong malah bertambah gemuk karena numpuk karbohidrat dalam bentuk lemak di lapisan bawah kulitnya. Kadang hal ini disebut sebagai upaya untuk mengurangi risiko ulat hongkong menjadi penyebab katarak. Namun hal itu anggapan yang salah, sebab tidak ada hubungan antara ulat hongkong dan katarak pada burung.
3. Ikan
Ikan termasuk salah satu jenis pakan burung, terutama untuk jenis burung pemakan ikan (piscivora) seperti kuntul, bangau, blekok, ra-. jaudang, dan elang laut. Jenis ikan yang biasa diberikan adalah ikan mujahir dalam kondisi hidup.
4. Daging
Pakan berupa daging biasanya dikonsumsi oleh burung-burung pemangsa (predator) dan pemakan daging (karnivora). Daging ini dapat berasal dari berbagai hewan seperti sapi, kelinci, ayam, itik manila, dan tikus putih. Sementara pemangsanya adalah burung hantu, elang, rangkong, kasuari, dan gagak. Daging ini dapat disajikan dalam bentuk potongan kecil atau dalam bentuk hidup, seperti anak ayam (DOC) dan tikus putih (mencit) untuk burung hantu dan elang.
5. Susu
Jenis pakan ini umumnya diberikan kepada anak-anak burung dari keluarga merpati dan paruh bengkok seperti nuri dan kakatua. Meskipun sudah dewasa, kadangkala bu’ rung-burung ini masih menyukai susu. Semua jenis susu dapat diberikan kepada burung, tetapi yang terbaik adalah susu yang berkadar lemak rendah.
6. Telur ayam/unggas lain (yang direbus dapat diberikan untuk pakan burung, terutama burung-burung anakan.
7. Cacing

Nabati
Pakan nabati bisa merupakan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
1. Sayuran
Sayuran biasa diberikan kepada burung, terutama untuk suku ayam hias (Phasianidae) seperti ayam, merak, kuau, dan puyuh. Pakan sayuran ini disukai pula oleh bebek, kakatua, dan parkit dan kenari. Jenis sayuran yang biasa diberikan adalah kecambah (taoge), kangkung, dan wortel untuk kakatua.
2. Buah-buahan
Hampir semua burung menyukai buah-buahan. Buah yang banyak digemari adalah pepaya dan pisang kepok yang sudah matang. Buah yang lebih baik adalah buah yang matang di pohon, jangan yang matang karena dikarbit/disemprot. Disamping itu, jenis buah lain yang digemari burung adalah buni, kersen (ceri), salam, beringin, dan palem.
3. Biji-bijian (yaitu biji-bijian halus ataupun biji-bijian kasar).
a) Biji-bijian halus: Biji-bijian ini digemari oleh burung perkutut, kakatua kelabu Australia, dan Lovebird (petet Afrika). Jenis pakan ini berukuran kecil dan halus, yaitu milet, jewawut, kenari biji, beras ketan hitam, pellet (voer) 511.
b) Biji-bijian kasar: biji-bijian ini digemari oleh burung ayam hias (seperti ayam hutan (merah dan hijau), kuau, merak, puter, dan tekukur. Biji-bijian jenis ini berukuran agak besar dan kasar, seperti jagung kering, gabah, beras merah, kacang hijau, pellet (voer) 521.

Minggu, 22 Juni 2014

Jumlah Pakan yang Pas Untuk Burung Anda



Jumlah pakan yang diberikan pada burung anda harus cukup dan tidak lebih. Jumlahnya dapat diperkirakan sesuai dengan pengamatan sehari-hari pada burung kicau anda. Pakan diberikan pada pagi dan siang hari. Jumlah pakan pada pagi hari biasanya lebih banyak daripada sore hari karena pada pagi hari burung lebih aktif dan lebih banyak membutuhkan makanan. Setiap hari pakan harus diganti dengan yang baru, terutama bila pakan adalah buah-buahan karena buah yang sudah basi dapat membuat burung menjadi mudah sakit. 
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pakan burung dalam sehari adalah
Berat Badan (burung kolibri beratnya 10g hingga burung unta yang beratnya 100kg. Burung darat dengan berat 100—1.000g b makan sebanyak 5—9% dari berat tubuhnya dalam sehari, sedangkan burung berkicau yang beratnya 1—90 g bisa makan sebanyak 10—30% dari berat badannya setiap hari).
Jenis Pakan (jenis makanan juga mempengaruhi jumlah makanan yang dimakan burung. Misalnya, burung pemakan biji bisa makan setiap harinya sebanyak 10% dari berat badannya sendiri. Sedangkan burung pemakan serangga bisa makan sebanyak 40% dari berat badannya sendiri. Ini karena serangga mengandung lebih banyak air daripada biji-bijian. 

Usia Burung (usia juga berpengaruh pada jumlah makanan yang dimakan burung dalam sehari. Burung dewasa memakan pakan 10—40% dari berat badannya sendiri, sementara anak burung bisa makan sebanyak berat tubuhnya sendiri dalam sehari.
Tingkat metabolisme tubuh (burung dengan ukuran kecil, seperti burung penghisap madu dan burung kacamata, mempunyai nilai metabolisme tubuh yang lebih besar daripada burung dengan ukuran besar seperti poksai, jalak, atau kasuari. Maka dari itu, burung kecil membutuhkan jumlah makanan yang lebih besar daripada burung besar.
Jumlah makanan yang diberikan berkaitan juga dengan luas sangkar sang burung. Jika sangkar burung berukuran kecil maka makanan yang diberikan harus lebih sedikit daripada makanan yang diberikan pada burung dengan sangkar yang berukuran lebih besar. Ini karena dalam sangkar yang berukuran kecil, energi yang dikeluarkan burung lumayan kecil jika dibandingkan dengan burung yang menempati sangkar berukuran besar. Di samping itu, burung juga punya selera pada jenis pakan. Hal ini disebut palatabilitas. Palatabilitas ini tergantung pada beberapa faktor yaitu hewan yang bersangkutan, makanan kesukaannya, dan kondisi makanan yang diberikan (dalam keadaan segar atau sudah basi). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa makanan yang paling disukai burung pemakan serangga yaitu kroto basah, ulat hongkong, pepaya, dan makanan yang tidak disukai burung adalah kroto halus.

Minggu, 08 Juni 2014

Pakan Burung



Pakan merupakan hal yang sangat penting untuk burung peliharaan kita. Hal penting dalam masalah pakan adalah pakan tersebut harus memenuhi syarat "4 Sehat 5 Sempurna". Berikut ini adalah informasi yang dapat menjadi acuan para pemelihara burung.

Yang harus diperhatikan adalah pakan tersebut harus mengandung unsur-unsur Karbohidrat (seperti pada pepaya, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan pisang), Lemak (Apabila burung terlalu banyak mengonsumsi lemak maka burung berpeluang untuk mencret atau gemuk dan cenderung malas berkicau dan berbiak), Protein (seperti pada ikan, susu, cacing, kacang tanah, kacang panjang, kacang hijau, kacang kedelai), Vitamin (yaitu vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3; Zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate), dan Mineral (yaitu Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium).

Jika semua unsur terpenuhi dan jumlahnya mencukupi maka kesehatan burung peliharaan itu dapat tetap terjaga. Memiliki bulu kuat, mulus, berkilau setelah mabung, tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal), bebas lumpuh, bebas perosis (tumit bengkak), anak burung menetas sehat, burung tidak mengalami urat keting, tidak terlepas sendinya, paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah, bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi serta kematian embrio rendah. Selanjutnya dampak yang diharapkan yaitu burung mempunyai kicau yang merdu, bulu yang indah, dan perilaku yang lincah.